Rabu, 20 Februari 2008

Shalat, Puasa dan Sedekah

" Shalat mengantarkanmu ke setengah perjalanan, Puasa mengantarkanmu ke depan pintu dan sedekah memasukkan ke dalamnya"

- 'ABD AL-'AZIZ IBN 'UMAR-

Mata

MATA ADALAH TEMPAT MEMANCING BAGI SETAN.

-'ALI IBN ABI THALIB-

Telinga dan Mulut

"Perlakukan telingamu dan mulutmu secara proporsional; engkau diberi dua telinga dan satu mulut agar lebih banyak mendengar daripada berbicara"

- ABU DARDA R.A.-

Minggu, 17 Februari 2008

Sahabat

Langit malam terlihat cerah berseri indah
Rembulan memperlihatkan kesempurnaan sinarnya
Bintang tak mau ketinggalan memberikan keceriahan
Angin menghembuskan kelembutan

Tiba-tiba awan gelap datang dan menyelimuti langit
Angin bertiup kencang menusuk ke jiwa
Sinar rembulan lenyap seolah meninggalkan langit
Hanya bintang yang setia dan tetap memberikan sinarnya

Sahabat engkaulah sang bintangku
Selalu menemani di setiap keadaan
Kau ulurkan tanganmu di saat aku terpuruk
Memberikan semangat untuk bangkit

Terima kasih sahabat ata uluran tanganmu
Ma'afkan aku yang belum bisa membalas uluran tanganmu
Semoga persahabatan ini tetap terjalin
Semoga persahabatan ini menjadi persaudaraan

Ku susun untaian kata-kata ini hanya untukmu Sahabat
*Friendship and BrotherHood*

Tangerang, 16 Februari 2008

Gadis Berkerudung Putih

Wahai gadis berkerudung putih
Kerudungmu mencerminkan kesucian diri
Kesucian seorang muslimah sejati
Kau tetap menjaganya di dalam kehidupan ini

Wahai gadis berkerudung putih
Kau memiliki pancaran mata yang indah
Pancaran mata yang terjaga pandanganya
Pancaran mata ketakwaan kepada Allah SWT

Wahai gadis berkerudung putih
Kau memiliki senyuman yang manis
Senyumanmu senyuman keimanan
Berikanlah senyumanmu untuk semua

Wahai gadis berkerudung putih
Tutur katamu penuh kelembutan
Menyujukan hati seperti embun pagi
Membuktikan Islam penuh kelembutan

Ingin ku menjadi matahari hatimu
Tapi kau sudah memiliki matahari di hatimu
Biarlah aku menjadi embun di hatimu
Walau hanya sesaat sebelum terbitnya mataharimu

Ingin ku menjadi rembulan yang menghiasi malammu
Tapi kau sudah memiliki rembulan di hatimu
ku coba menjadi bintang walau sinarnya tak seindah rembulamu
Ku tetap mencoba menjadi bintang meski kau tak memandangku

Bila aku tak bisa menjadi matahari, embun, rembulan atau bintang di hatimu
Mungkin aku hanya angin bagi hatimu yang hadir sekejap tanpa meninggalkan kesan di hatimu
Semonga matahari dan rembulanmu terus menyinari hatimu
Bila kau memerlukan teman ingatlah bintang di jauh sana yang tetap berusaha menemani malammu

Tangerang, 15 Februari 2008

Siapakah Sinarku

Ku berjalan di jalan yang gelap gulita
Tanpa cahaya yang menyinari setiap langlah
Walau langkah ini tertatih da hanya meraba
Ku tetap melngkah meski tak tahu arah

Ku melihat sebuah sinar di tempat yang jauh
Ku tujukan langkah ini untuk menggapai sinar itu
Ku harap nantinya sinar itu dapat menyinari langkahku yang rapuh
Dalam usaha menuju tujuan hidup di jalan-Mu

Sekian lama tertatih ku melangkah
Dengan menepis semua keraguan dan kebimbangan
Ku berhasil mendekati dan menggapainya
Ku genggam dengan kedua tangan agar tak terlepas

Dengan sinarnya jalan ini tampak terang
Tapia pa yang terjadi aku terlalu terlena oleh kilauannya
Aku lupa dengan janji hati setelah menggapai sang sinar
Karena kilau sinarnya ku terperosok ke dalam jurang

Tanpa kusadari di sebelah jalan ini ternyata jurang
Jurang yang tak ku ketahui seberapa dalamnya
Jurang yang tak ku ketahui seberapa gelapnya
Ku sadari sebenarnya jalan yang ku lalui sangat sempit

Ku bersyukur karena tangan kiriku dapat menggapai bibir jurang
Ku hanya menggantungkan harapanku pada seberapa kuat tangan kiri ini
Tangan kananku memegang sang sinar tak mau melepasnya
Semakin lama tangan kiri ini sudah tak kuat lagi

Tangan kanan ini harus melepaskan sang sinar
Masih banyak orang lain yang membutuhkan sinarnya aku harus melepasnya
Ku lepaskan sang sinar dan perlahan ia pergi
Ku berhasil keluar dari juranag dan sang sinar sudah pergi

Dalam lelahku ku bersujud penuh kehambaan kepada-Mu
Betapa tidak bersyukurnya hamba atas semua Nikmat-Mu
Dalam gelap dan sunyi ku teteskan air mata keinsyafan di hadapan-Mu
Betapa banyak dosa yang sudah hamba perbuat kepada-Mu

Kini dalam gelap ku berdiri sendiri
Berusaha tetap melangkah menuju jalan-Mu
Ku sadari ku membutuhkan sebuah sinar yang dapat menemaniku
Ya Allah berikanlah sebuah sinar yang terbaik untuk menemani hamba dalam meniti jalan-Mu
(Maukah kau sang gadis berkerudung putih menjadi sinarku)
Ku melihat beberapa sinar di ujung sana
Sinar yang berbeda satu dengan yang lainnya
Diri ini bimbang ke sinar yang mana kaki melangkah
Diri ini resah apakah kejadian yang lalu terulang kembali

Ya Allah Yang Maha Mengetahui
Limpahkanlah Cahaya Nur-Mu ke dalam hati hamba
Tumbuhkanlah keyakinan dalam hati hamba pada satu sinar yang terbaik di sisi-Mu
Bimbinglah langkah ini agat tidak terperosok ke jurang dalam menjemput sang sinar dan setelah menggapainya.

Tangerang, 12 Februari 2008

Taman Hati

Kulihat sebuah taman hati yang sangat indah. Di dalamnya banyak tumbuh tanaman bunga yang bunganya merekah sangat indah dan berwarna-warni. Ku perhatikan dari banyaknya tanaman bunga yang tumbuh, ada tanaman bunga yang paling besar, berdiri kokoh dan memiliki bunga paling besar serta paling indah. Keindahannya tak dapat diungkapkan dengan kata-kata walaupun dengan kata-kata yang paling indah dari pujangga terbaik di dunia ini. Di dekatnya tumbuh tanaman bunga yang tak kalah indahnya. Bila diperhatikan lebih dalam kedua tanaman bunga ini tidak dapat dipisahkan, tanaman bunga ini selalu berdampingan. Bila salah satu layu pasti yang satu lagi akan layu juga. Kedua tanaman bunga ini merupakan inti keindahan dari taman hati ini. Tanaman bunga ketiga yang memiliki keindahan setelah yang dua tadi, memiliki dua cabang. Setiap cabang memiliki bunga, tapi cabang yang satu memiliki tiga buahbunga yang sama besar dan keindahannya, bunga ini memperlihatkan kelembutan dan kasih sayang sedangkan cabang yang lain hanya memiliki satu bunga saja, bunga ini memperlihatkan kepemimpinan dan tanggung jawab. Masih banyak lagi tanaman bunga yang indah tumbuh mengelilingi ketiga tanaman bunga ini.

Karena keindahan taman hati ini, membuat diri ini terhayut dalam kenikmatan, kenyamanan ynga dirasakan. Merasa diri ini seperti kupu-kupu yang berterbangan di sekitar bunga-bunga itu setelah puas lalu hinggap.

Ada satu hal yang membuat diri ini heran. Di taman hati itu tidak tumbuh satu pun rumput ilalang yang dapat menodai keindahan bunga. Dalam hatiku bertanya siapakan pemilik taman hati itu. Ingin hati ini bertanya kepadanya bagaimana dapat memiliki dan merawat taman hati seperti ini. Bila ke resapi lebih mendalam keindahan taman itu, ada dua perasaan yang timbul dalam diri ini. Perasaan senang dan sedih, senang karena keindahannya sedangkan sedih karena taman hati ini sangat berbeda keadaannya.

Walaupun ketiga tanaman bunga yang indah itu tumbuh dan berbunga tapi tumbuhnya tidak sebesar dan bunganya tidak seindah dengan tanaman bunga di taman hati yang kulihat. Dan juga tumbuh tanaman bunga yang lain. Tapi ada ruangan yang kosong sehingga tumbuhlah rumput ilalang. Semakin lama rumput itu semakn besar. Sudah berulang kali ku mencoba mecabutnya tapi rumput itu tumbuh lagi dan lagi. Aku sadar seharusnya ruang kosong ini ditanami dengan tanaman bunga agar rumput itu tak tumbuh lagi. Itulah yang sangat aku inginkan tapi aku bingung bagaimana caranya. Apakah harus menunggu tanaman bunga itu tumbuh dengan sendirinya atau menunggu ada yang memberi tanaman bunga yang aku inginkan lalu menanamnya ataukah aku harus membeli tanaman bunga yang aku inginkan lalu menanamnya. Bila aku harus menunggu, berapa lamakah harus ku tunggu dan bila sudah tumbuh apakah bunga ini sesuai dengan keinginanku. Bila menunggu ada yang memberi, apakah ada seseorang yang mau memberikan bunganya. Bila harus membeli, dengan apakah aku membelinya apakah dengan harta atau dengan yang lain. Diri ini binggung……

Aku tersadar mengapa aku tidak memperhatikan dan memelihara tanaman bunga yang sudah ada terutama tanaman bunga yang menjadi inti taman hati ini. Ma’afkan aku yang selalu terlena dengan bunga-bunga yang kecil dan jarang menyiram ketiga tanaman bunga ini dengan air mata kerinduan, air mata kasih sayang dan air mata keinsyafan karena tanpa air bunga tidak akan dapat tumbuh dengan segar.

Aku berjanji akan menjaga bunga-bunga yang sudah tumbuh dalam taman hati ini. Biarlah ruang kosong yang ada kosong untuk sementara waktu. Aku akan menunggu bunga itu tumbuh dengan sendirinya atau aku akan menunggu ada seseorang yang memberikan bunganya atau bila harus membeli aku akan membelinya dengan rasa kasih sayang bukan dengan harta.

Aku berharap taman hati ini selalu terpelihara indah walau indahnya tak seindah taman hati yang lain.

Tangerang, 8 Februari 2008